21 October 2014

huruf-huruf senyap dan setia

bismillahirrahmanirrahim

[ehsan]


selamat malam purnama,
tak seperti hari-hari yang lalu,
malam ini,
puisi sudah hilang bau rindu.

dalam riuh hingar yang merasuk,
huruf-huruf tak lagi bergelimpang memenuh ruang,
lebih tangguh,
memilih diam dan terus menunggu,
memilih senyap dan tetap setia,
hingga namaMU mengisi jiwa,
dan puisi-puisi kembali berbunga.

“I am jealous of those who think more deeply, who write better, who draw better, who skill better, who look better, who live better, who love better than I.” ― Sylvia PlathThe Unabridged Journals of Sylvia Plath

4 comments:

Kisah Hujan said...

:')
kakak...

nusrah said...

yan.... :)
moga baik-baik saja insyaAllah

Kisah Hujan said...

"hingga namaMU mengisi jiwa,
dan puisi-puisi kembali berbunga."

entah kenapa, bikin mata berkaca saat membaca ini.
ternyata, untuk segala 'indah', terdefinisi lewat jiwa-jiwa yang terhubung dekat sama DIA. sebab Dia pemilik segala keindahan. kan kakak :')

izinkan kami Tuhan,
menebar benih kebaikkan, walau lewat aksara. terlalu~


*tumpang berteduh di blog kakak.
kalau boleh saya tahu, cinta seperti apa yang tertuang saat kakak menukilkan ini?
saya merasa nyaman :')

nusrah said...

yan;
kalaulah yan boleh nampak hakikatnya semua yg terbina ni dari dinding2 rapuh dan tak sempurna :'(

take care okay, please keep writing and inspiring others.